Dari Payudara Ke Pundak, Tumor Ancam Nyawa Bu Umi

bu umi RP

Bu Umi (41 tahun) tak kuasa menahan tangis ketika ia kembali merasakan sakit karena tumor yang telah menyebar ke pundaknya. Ia hanya bisa meringis kesakitan sambil di temani oleh suaminya. Pak Suyanto (42 tahun) kini harus terus menemani istrinya menjalani aktifitas sehari-hari. Mulai dari makan, minum, hingga buang air, Bu Umi bergantung semuanya dengan bantuan Pak Suyanto.

“Tidak terbayang punya penyakit seperti ini. Sering saya menangis, cuma bisa minta bantuan suami untuk di kipasi atau sekedar di temani.” Ucap Bu Umi

bu umi1

Sebelumnya, pada tahun 2020 Bu Umi telah menjalani operasi pengangkatan payudara karena mengidap tumor yang ia derita sejak September 2019. Namun naas, pada bulan Februari 2021 Bu Umi mengalami musibah. Saat ia hendak menolong Pak Suyanto memperbaiki atap rumahnya yang sering bocor, ia jatuh terpeleset dan mengeluh rasa sakit di pundak kirinya. Siapa sangka, ternyata rasa sakit yang ia rasakan adalah sebaran tumor yang semakin hari semakin membesar. Saat ini tumor di pundaknya sudah sebesar ukuran bola. Dengan kondisinya seperti itu, Bu Umi pun hanya mampu beraktifitas di atas kasur.

“Saya ini cuma kerja serabutan. Kadang kalau ada tawaran sopir ya berangkat. Sekarang istri saya kayak gini, kadang nggak tega kalau mau ninggal pergi, tapi mau gimana lagi.” Ucap Pak Suyanto

Sang suami sendiri tidak memiliki penghasilan pasti. Dengan hanya mengandalkan kemampuannya, kadang ia menjadi sopir panggilan untuk tetangga yang membutuhkan. Upah standar yang bisa ia bawa pulang hanya berkisar 100 ribu, Itu pun belum tentu setiap minggu ada. Dari rumahnya yang berada di daerah pelosok Boyolali, Bu Umi harus berobat ke RS Ken Saras, Ungaran. Biaya transortasi yang harus di keluarkan sudah mencapai 400 ribu, lebih dari penghasilan yang bisa Pak Suyanto dapatkan dalam sekali panggilan sopir.

Selain harus merawat Bu Umi, Pak Suyanto memiliki dua orang anak yang masih berumur 9 tahun dan 6 tahun. Kedua anaknya yang masih kecil itu pula yang selalu menjadi semangat untuk bu Umi berusaha sembuh. Dengan semakin membesarnya tumor yang di derita Bu Umi, keluarga kecil Pak Suyanto harus terus bertahan di tengah himpitan ekonomi. Jika tak segera di tangani, tumor di pundak Bu Umi akan semakin menyebar dan mengancam nyawanya. #OrangBaik mari kita bantu kesembuhan Bu Umi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Info Kegiatan / Donasi ?