Amanda keysha harus berjuang melawan katarak kongenital
Bantu Amanda Keysha Berjuang untuk Sembuh Dari Katarak Kongenital
Namanya Amanda Kesyha Hanum pada usianya yang masih dini Keysha diagnosis nystagmus and another irreguler eye movements atau katarak kongenital. Usianya sekarang 11 bulan dan harus berjuang melawan penyakit tersebut.

“Iya mas, saya pengen banget anak saya sembuh” tutur, Afiah ibunda Kesyha
Namun keterbatasan biaya untuk mengobati Kesyha, akhirnya sampai sekarang masih menunggu uluran tangan dermawan.
Awal cerita pada saat kehamilan Afiah selalu kontrol dan baik-baik saja, saat lahir Berat badan, Tinggi badan dan Lingkar kepala normal.  Usia 4 bulan orang tua menyadari adanya sesuatu yang aneh pada anaknya dengan gejala sering belekan sehingga dibawa ke dokter spesialis mata dan diberikan salep beserta obat tetes mata.

Namun tidak ada hasil sehingga diharuskan dibawa ke Rumah Sakit Umum Situbondo. Dari RSU Dr. Situbondo dirujuk ke Dr. Soetomo saat usia pasien 7 bulan. Serta pada saat ini masih menunggu penjadwalan untuk operasi.
Sahabat Ruang Pasien mari bantu Kesyha melawan penyakit katarak dengan menyisihkan sedikit rejekinya, Insya Allah sedkit bantuan dari sahabat Ruang Pasien sangat membantu kesembuhan Kesyha.
Donasi yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk biaya pengobatan dan perawatan Kesyha dan bila ada kelebihan akan digunakan untuk biaya kehidupan keluarga Kesyha.
Donasi Lainnya..

Bantu Korban PHK Untuk Merawat Istrinya Yang Tak Bisa Begerak
“Karena Covid kemarin, pabrik saya pengurangan karyawan, saya kena PHK. setelah pulang ke rumah, ternyata malah istri saya kayak gini kondisinya..” Pak Pajar, korban PHK. Duka Pak Pajar Mino Putranto, 41 tahun,seperti berlipat ganda. Setelah sebelumnya terkena PHK kini dia harus menerima kenyataan bahwa sang istri mengalami TB tulang belakang. Sebelumnya ia bekerja sebagai buruh pabrik di Bekasi. Pak Pajar selalu menyempatkan dua atau tiga bulan sekali pulang ke rumahnya di kecamatan Banjarsari, Solo. Di rumah sempit yang masih menumpang dan jadi satu dengan mertua, Pak Pajar tinggal dengan mertua, istri, dan kedua anaknya yang masing masing masih duduk di kelas empat SD dan kelas tiga SMK
Kini sang istri, Ibu Sri Martanti (39 tahun) hanya bisa tergeletak lemah di atas kasur. Sejak awal 2021 lalu hari-harinya hanya bisa dihabiskan dengan menatap langit-langit rumahnya, meratapi keadaanya sekarang. Sekujur tubuhnya kaku, kakinya panas. Nyeri di perutnya semakin menjadi ketika batuk. Kegiatannya berjualan makanan di gang kecil samping rumahnya kini terhenti total. Bekas etalase berjualan bu Sri kini digunakan Pak Pajar untuk berjualan pulsa yang hasilnya hanya sekedar bisa untuk mencukupi kebutuhan makan sehari-hari.

Kondisi Usus Meradang, Vino Buang Air Besar Lewat Perut
Lahir tanpa Anus, Vino harus lakukan operasi berkali-kali! Vino ( 6 bulan), menghadapi hari-hari beratnya sejak ia kecil karena ia tidak memiliki anus dan buah zakar. Awalnya ia merasa sering muntah jika saluran pembuangan kotoran lewat perut sementaranya meradang dan mengeluarkan darah. Usaha yang dilakukan orang tua Vino sangatlah keras, hingga akhirnya Vino dilakukan tindakan operasi tahap pertama untuk pembuatan anus buatan sementara namun tetap masih bermasalah. Jahitannya masih terbuka dan ususnya keluar, dan kini ia harus jalani operasi tahap kedua untuk ditutup jahitannya yang masih terbuka.

Menyayat Hati, Cairan Tekan Sarafnya Hingga Buta
Halo Kakak, Om, dan Tante #OrangBaik, Perkenalkan, malaikat kecil ini adalah Rafi Nabhan Abdilah (11 bulan), anak bungsuku yang terlahir dengan penumpukan cairan di rongga kepalanya. Saat usianya 2 minggu Rafi panas tinggi, badannya mengeluarkan keringat dingin dan tak berhenti menangis. Aku sudah membawanya berobat ke puskesmas terdekat tetapi tak kunjung sembuh, sampai akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke rumah sakit dan Rafi divonis menderita Hidrosefalus.
