Ibu Catur Indar Peni BerJuang Melawan penyakit Fracture of lower end of tibia
Bantu Ibu Catur Indar Peni Agar Bisa Berjalan Kembali
Hai perkenalkan saya adalah salah seorang relawan di Ruang Pasien dengan inisial nama P, saya ingin menggalang dana untuk biaya pengobatan Catur Indar Peni.
Usia Catur Indar Peni saat ini 35 tahun, menderita penyakit Fracture of lower end of tibia sejak tahun November 2018 dan menjalani tindakan pengobatan di RS Umum Daerah Dr. Soetomo, Surabaya.
Berawal dari kecelakaan tunggal didepan rumah dinas kapolres Kabupaten Tuban, kini bu Catur mengalami remuk pada kaki kanan bagian betis sepanjang 10 cm, ditambah dengan tulang kecil betis yang mengalami patah tulang, sehingga bu Catur harus menggunakan alat penguat kaki demi menunjang aktivitas sehari-harinya.

Alhasil Bu Catur yang memiliki 3 anak, saat ini hanya bisa duduk, berbaring, sambil merawat anaknya yang berusia 9 bulan dan sesekali membuat kue-kue basah untuk dijual, hasilnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Keluhan bu Catur saat ini adalah nyeri yang luar biasa hebat dibagian betisnya. Jika tidak segera diobati, maka akan terjadi infeksi dan penyebaran luka dibagian lain. bu catur harus menjalani tindakan pergantian Ilizarov (alat perpanjangan tulang).
Saat ini total biaya yang dibutuhkan sebesar Rp 200.000.000, untuk rinciannya:
Biaya penunjang pengobatan, biaya operasional pasien, biaya pendampingan pasien, biaya FB ads.
Untuk itu, sangat besar harapan saya akan bantuan dan doa para #OrangBaik agar Catur Indar Peni bisa melanjutkan pengobatan hingga selesai.
Tak hanya mendoakan dan berdonasi, saudara-saudari sahabat Ruang Pasien juga bisa membagikan halaman galang dana saya ini agar semakin banyak yang turut menemani perjuangan saya.
Terima kasih banyak, #orangbaik!
Donasi Lainnya..

Kedua Kaki Terbakar, Pak Yanto BAK Menggunakan Botol
Kobaran api menyambar tubuh Pak Rediyanto (47 Tahun) saat sedang menyolder body mobil di tempat kerjanya. Ia tak sengaja menyenggol sebotol thinner berukuran besar. Tanpa disadari kobaran api menjalar ke seluruh lantai hingga membakar kedua kakinya. “Ya Allah Gusti…sakit..sakittt. Tolong pak tolong saya…” teriak Pak Yanto sesaat sebelum tak sadarkan diri.

Ya Tuhan, Tolong Bantu Irenia Sambung Nafasnya
Leher Diberi Lubang dan Hidungnya Terpasang Selang, Selama 6 Tahun Irenia Menanti Keajaiban Tuhan. Napasnya Bergantung Pada Alat Medis dan Selang Oksigen. renia anak bungsu dari Bapak Gunarto & ibu Sri Hartatik divonis menderita Laringomalasia, kelainan bawaan yang membuat laring (pita suara) dan jaringan sistem pernapasan melemah hingga menutup sebagian jalan napas.

Mata Keluar, Adit Terancam Kehilangan Mata Kanan
Mata terus membesar sampai tangisnya mengeluarkan darah, Nak Adit menahan sakit dalam tangisnya. “Adit masih umur 2 tahun, kenapa harus menanggung sakit seperti ini. saya sedih sekali melihatnya menangis menahan rasa sakit” kata Ibu Adit.
